Top Panel

KUNJUNGAN MENTERI BUMN

Menteri BUMN Republik Indonesia, Dahlan Iskan berkesempatan mengunjungi Kota Palu. Dalam kunjungannya untuk memberikan orasi kebangsaan, mantan Dirut PLN tersebut juga berkesempatan melakukan infeksi mendadak di Pelabuhan Pantoloan.

Dalam setiap perjalanannya ke mana saja, selalu berupaya untuk mengunjungi BUMN yang menjadi tupoksinya pada hari Rabu tanggal 11/07/2012, usai memberikan orasi kebangsaan Menteri BUMN sontak langsung menyampaikan keinginannya untuk mengunjungi Pelabuhan Pantoloan, untung saja dalam rombongan yang hadir menyambut kedatangannya ada diantaranya General Manager PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Cabang Pantoloan Sabaruddin. di depan Menteri yang mengenakan setelan khasnya, kemeja dengan lengan digulung, Sabaruddin langsung menyatakan kesiapan tempat kerjanya disinggahi Pak Menteri "Perjalanan ke Pelabuhan Pantoloan kurang lebih 30 menit" Kata Sabaruddin.

Di Pelabuhan Pantoloan, Dahlan Iskan langsung disambut karyawan PT Pelindo IV (Persero) Cabang Pantoloan, dan langsung menuju ke arah Selatan dermaga dan bertanya soal beberapa kapal yang saat itu sedang berlabuh, dari jawaban Sabaruddin diketahui bahwa kapal-kapal tersebut berlabuh untuk menunggu giliran merapat ke dermaga untuk melakukan kegiatan bongkar muat. Dahlan juga mendapatkan laporan kalau kapal yang akan membongkar muatan terkadang harus antri sampai tiga hari, selanjutnya Dahlan melihat salah satu crane yang ada ditengah dermaga. Usai melihat crane Dahlan agak sedikit kaget mendengar laporan bahwa di Pelabuhan Pantoloan hanya terdapat satu kapal penarik, itupun kapal tersebut sudah berusia tua, yakni buatan Tahun 1964.

"Tapi kan volume beban kerja kapal ini, tidak seperti pelabuhan yang lebih sibuk dari Pantoloan. Tapi saya salut dengan kinerja karyawan disini, tetap optimal bekerja di tengah keterbatasan", kata Dahlan Iskan. Secara khusus Pak Menteri juga memuji kondisi Pelabuhan Pantoloan yang katanya cukup ideal untuk dijadikan pelabuhan bongkar muat, karena kondisi kedalaman lautnya sangat mendukung "Pelabuhan Pantoloan Sangat Luar Biasa" Katanya. Ditanya tindak lanjut kunjungannya ke Pelabuhan Pantoloan, Dahlan berjanji untuk memberikan bantuan satu unit crane yang lebih modern dari yang telah ada saat ini di Pelabuhan Pantoloan. selain itu Dahlan juga berjanji membantu Cabang Pantoloan dalam merealisasikan penambahan panjang dermaga sekitar 60 meter lagi.

Disadur dari : Koran Radar Sulteng tgl 12 Juli 2012

PASAR MURAH BUMN

Pelaksanaan Pasar Murah BUMN Peduli 2012 : merupakan Program Bina Lingkungan Kementrian BUMN Peduli surat nomor: S-125/MBU/2012 tanggal 16 Maret 2012 Perihal Pasar Murah BUMN Peduli 2012 yang menetapkan kegiatan Pasar Murah BUMN Peduli untuk wilayah Sulawesi Tengah, PT. Pertamina (Persero) sebagai koordinatornya.

PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Cabang Pantoloan selaku anggota mendapat 2.000 paket, 1 paket terdiri dari Beras 5 Kg, Minyak Goreng 1 Ltr, Gula Pasir 2 Kg dan Teh Celup 1 dos (isi 24) untuk didistribusikan di tujuh Kelurahan di wilayah Kecamatan Palu Utara, ketujuh Kelurahan yaitu : Kelurahan Pantoloan Boya, Kelurahan Baiya, Kelurahan Panau, Kelurahan Lambara, Kelurahan Taipa, Kelurahan Mamboro dan Kelurahan Mamboro Barat.

Kelurahan Panau ditunjuk sebagai tempat acara pembukaan Pasar Murah BUMN Peduli 2012 yang dihadiri  oleh Pemerintah Daerah dan Tokoh Masyarakat setempat. Kepala Kantor Camat Palu Utara, Denny Taufan memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan Pasar Murah BUMN Peduli 2012, didalam sambutannya Beliau memberikan apresiasi terhadap kegiatan pasar murah BUMN yang mana target penjualan adalah rakyat yang kurang mampu dengan harga Rp. 100.000,- disubsidi menjadi Rp. 30.000,- satu paketnya . ungkapnya.

 

History

Pelabuhan Pantoloan terletak di wilayah kota Palu yang merupakan pelabuhan utama di Propinsi Sulawesi Tengah.

Letak geografis pelabuhan Pantoloan 00” –  06”  LU/119” – 07” BT dan merupakan pelabuhan terbuka untuk pelayaran Dalam Negeri dan  Luar Negeri.

Sebelum pelabuhan Pantoloan dibangun, yang menjadi pelabuhan utama di Propinsi Sulawesi Tengah adalah pelabuhan Donggala.Sejalan dengan meningkatnya arus perdagangan dalam dan luar negeri, kegiatan pelabuhan Donggala dari tahun ke tahun mengalami peningkatan sehingga perlu diimbangi dengan sarana dan prasarana yang memadai untuk kelancaran arus kapal, barang, penumpukan dan hewan.

Karena terbatasnya areal untuk pengembangan daerah kerja pelabuhan Donggala serta pertimbangan segi geografis, maka perlu segera dibangun pelabuhan baru sebagai alternatif pemecahan masalah.

Sejak tahun 1975 dibangunlah pelabuhan Pantoloan yang terletak 23 Km disebelah utara kota Palu yang dinilai mempunyai prospek lebih baik untuk dikembangkan sebagai pelabuhan yang terbuka untuk perdagangan Dalam Negeri dan Luar Negeri.

Pada Tahun 1978 pembangunan pelabuhan Pantoloan selesai dilaksanakan dan diresmikan oleh Menteri Perhubungan. Sejak beroperasinya pelabuhan Pantoloan kegiatan pelabuhan Donggala lebih diarahkan untuk pelayaran kegiatan kapal-kapal lokal dan pelayaran rakyat.

Memiliki luas daerah perairan  seluas 681,9 Ha dan daerah daratan seluas  10,5 Ha, sebagaimana ditetapkan dalam SKB dua menteri yaitu Menteri Dalam Negeri dan Menteri Perhubungan melalui SKB nomor : 28/1993 dan nomor : 44/1993 tanggal 27 Pebruari 1993 Tentang  Batas DLKRLKP Pelabuhan Pantoloan. Saat ini pelabuhan Pantoloan terus dikembangkan dan membawahi pelabuhan Kawasan Donggala terletak di Kabupaten Donggala.

KABAR MAKASSAR : Belanja Modal Pelindo IV Jadi Rp. 762 M

Belanja Modal Pelindo IV

PT Pelabuhan Indonesia IV menambah belanja modalnya sekitar 38% atau menjadi Rp762 miliar dibandingkan dengan rencana awal yaitu Rp551 miliar yang akan digunakan untuk membeli peralatan untuk mendukung pengembangan dan produktivitas pelabuhan.

Direktur Utama PT Pelindo IV Harry Sutanto mengatakan penambahan jumlah investasi itu untuk membiayai beberapa alat baru yang harganya cukup mahal.

”Jumlah pelabuhan yang akan dikembangkan jumlahnya tetap, antara lain Pelabuhan Makassar, Pelabuhan Pantoloan Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Kendari Sulawesi Tenggara. Pada 2010, realisasi investasi Pelindo IV mencapai Rp143 miliar, dan pada 2011 lalu realisasi investasi meningkat jadi Rp458 miliar,” ujarnya. (Bisnis Indonesia Regional Timur)

KAYU KELAPA: Palu Pasok 100 Boks Kontainer Tiap Bulan

PALU: Dalam sebulan, Kota Palu dan sekitarnya mampu memasok 100 box kontainer kayu kelapa ke Surabaya dan Pulau Bali melalui Pelabuhan Pantoloan, Sulteng.

Enriko Fermi, Manager Pelayanan Barang dan Aneka Usaha PT Pelindo IV (Persero) Cabang Pantoloan mengatakan komoditas kayu kelapa asal Palu dan sekitarnya mengalami kenaikan setiap tahunnya sehingga komoditas ini menjadi salah satu primadona bagi propinsi tersebut.

Menurutnya, komoditas tersebut dihasilkan di hampir seluruh kabupaten di Sulteng. “Berdasarkan data Tahun 2011, setiap bulannya ada 100 box kontainer kayu kelapa yang diantarpulaukan atau terjadi kenaikan 4%-5% dari tahun ke tahun,” ujarnya, hari ini.

Dia menambahkan, kayu kelapa yang dimuat melalui Pelabuhan Pantoloan kebanyakan dikirim ke Surabaya dan Pulau Bali. Dua daerah ini merupakan daerah yang selalu meningkat permintaannya karena kayu kelapa digunakan industri diantaranya meubel untuk produk tertentu yang berbahan baku kayu kelapa.

Harga kayu kelapa saat ini mencapai Rp. 1,5 juta per kubik untuk setiap kategori kelas kayu kelapa super dan mencapai Rp. 600.000 per kubik untuk kategori dibawah standar super.

Sulteng sendiri memiliki lahan kelapa seluas 171.705 hektare (ha) dengan sebaran lahan perkebunan yang hampir merata. Di Kabupaten Donggala dan Sigi, misalnya, terdapat 33.209 ha, Banggai 32.211 ha, Tojo Unauna 25.796 ha, Parigi Moutong 23.759 ha, dan Banggai Kepulauan 22.965 ha.

Enriko menambahkan selain kayu kelapa, produk lain yang diantarpulaukan adalah rotan yang setiap tahun pengirimannya  rata-rata mencapai 3-4 box kontainer per bulan. Adapun kayu eboni hanya diperdagangkan sebanyak satu box kontainer per bulan.

Sumber: bisnis.com